Mentan mengharapkan, produsen minyak goreng dapat menurunkan harga dan juga menambah kapasitas produksi, serta melakukan operasi pasar (OP) selama Ramadan dan Lebaran.
Mentan menilai, dengan melihat kenyataan di pasar bahwa pedagang dan distributor saling lempar tanggung jawab terkait harga minyak goreng jelang Ramadhan, maka Mentan ingin memastikan langsung ke produsen minyak goreng.
"Stok banyak, tapi kalau harganya naik, serangannya ke Anda, pasti Anda yang disalahkan (produsen). Masa kita ekspor (CPO) tapi harga minyak gorengnya naik," jelas Amran kepada Suaimi Suriady, Direktur PT Salim Ivomas Pratama Tbk, saat meninjau area gudang SIMPdi Kawasan Industri Tanjung Priok, Jakarta UtaraJumat (3/6/2016).
"Saya meminta lakukan operasi pasar supaya harga turun, dilakukan secara besar - besaran. Image - nya kan kalau harga mahal Anda dituduh menahan stok," jelas Mentan.
| Mentan Harapkan Produsen Minyak Goreng Tidak Tahan Stok Jelang Ramadhan |
Amran mengapresiasi produsen minyak merek 'Bimoli' ini telah menurunkan harga sebesar 5,5 persen.
"Ini yang dinamakan dengan operasi pasar yang sebenarnya. Sudah turun 5,5 persen dari produsen,tidak ada alasan harga naik, dan ini akan diikuti oleh distributor. Kan ini produknya di seluruh Indonesia, sekaligus paling besar di Indonesia," jelasnya.
Terkait permintaan Mentan, Suaimi menjelaskan perusahaannya mengaku siap jika harus melakukan operasi pasar khusus produk minyak goreng.
Dirinya juga menegaskan bahwa permintaan akan mengalami peningkatan pesat saat bulan puasa, sehingga tidak ada alasan perusahaannya menahan stok minyak goreng.
"Kalaupeak seasonkita tahan barang, malah rugi kita," ujar Suaimi.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/..../mentan.harapkan.produsen.minyak.goreng.tidak.tahan.stok.jelang.ramadhan
0 Response to "Mentan Harapkan Produsen Minyak Goreng Tidak Tahan Stok Jelang Ramadhan"
Post a Comment